Seorang anggota delegasi Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam surat tertanggal 20 April 1948, membenarkan serangan terhadap Deir Yassin di mana "250 pria, wanita, dan anak-anak Arab" tewas dalam "keadaan kebiadaban besar". Palestina, pada saat itu, adalah wilayah Mandat Inggris yang menunggu penentuan status akhir oleh PBB.
Membunuh warga sipil dan menghancurkan seluruh desa dan kota menjadi bagian dari kode etik militer Israel dan masih dipraktikkan secara luas hingga saat ini, tetapi dengan kekuatan yang lebih mematikan. Alhasil, kita telah menyaksikan puluhan pembantaian yang dilakukan oleh tentara Israel di siang bolong dan disiarkan secara langsung di televisi dunia. Sejauh ini tidak ada satu pun perwira militer Israel yang dimintai pertanggung jawaban.
Beberapa catatan kekejaman tentara Israel telah diketahui dunia, tetapi mereka secara terang-terangan mengabaikan semua hukum internasional.
Pada 2009, militer Israel mengebom sebuah sekolah PBB di Gaza, menewaskan setidaknya 40 warga sipil yang berlindung di gedung tersebut. Pada 18 April 1996, tentara Israel menembakkan peluru motor ke sebuah kompleks PBB di dekat desa kecil Qana di Lebanon, menewaskan lebih dari 100 warga sipil yang mencari perlindungan di daerah tersebut tewas dalam hitungan menit.