JAKARTA - Sarwo Edhie Wibowo santer dikabarkan bakal menjadi Ketua DPR/MPR periode 1987-1992. Namun, hal tersebut hanya sebatas wacana saja, sebab Sarwo gagal akibat dijegal.
Sebagai informasi, ketika diwacanakan sebagai Ketua DPR/MPR, Sarwo merupakan bagian dari anggota parlemen saat itu. Sarwo memasuki dunia politik karena ajakan Sudharmono (Ketua Umum Partai Golkar masa Orde Baru) atas perintah Presiden Soeharto.
Mengutip buku seri Tempo berjudul "Sarwo Edhie dan Misteri 1965", Sarwo urung menjadi Ketua DPR/ MPR karena kehendak Soeharto atas pengaruh para "jenderal salon" yang sudah piawai berpolitik. Bahkan rencana menjegal Sarwo sudah dimulai saat ia akan dilantik menjadi anggota DPR.
Bambang Wiratmadji Soeharto, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia, organisasi onderbouw Golkar pada masa Orde Baru, mengaku telah membaca gelagat para "jenderal salon" untuk menjegal Sarwo dalam dunia politik ketika para calon anggota legislatif akan dilantik.
Bambang, yang dekat dengan elite Golkar mendengar kasak-kusuk para "jenderal salon" mengenai rencana membuat friksi di Golkar dengan tujuan menjegal Sarwo.