Menggantang Asa ke Para Caleg

M Budi Santosa, Jurnalis
Senin 15 Mei 2023 19:56 WIB
Pemred Okezone, M Budi Santosa
Share :

JAKARTA - TAHAPAN Pemilu sudah memasuki tahapan pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pendaftaran dari 1-14 Mei 2023. Pendaftaran ini serentak dilaksanakan untuk Bacaleg DPRD, DPR RI, dan juga DPD. Tentunya ribuan Bacaleg dari partai-partai yang lolos untuk mengikuti Pemilu 2024 dikirimkan ke lembaga penyelenggara pemilu untuk dilakukan verifikasi keabsahan syarat-syaratnya.

Khasanah ilmu politik selalu menempatkan Partai Politik (Parpol) adalah salah satu alat untuk melakukan rekrutmen calon pemimpin negara. Bahkan Parpol adalah sarana yang legal formal untuk memperoleh kekuasaan.

Lembaga ini menjadi sarana untuk menempatkan pemimpin-pemimpin negara baik di parlemen maupun di kabinet. Bahkan dalam prakteknya, kader partai juga seringkali mengisi posisi strategis di lembaga-lembaga negara lainnya.

Tidak heran jika publik sangat berharap Parpol mampu melakukan rekrutmen politik dengan memilih kader-kader terbaik untuk mengisi pos-pos penting di pusaran kekuasaan tersebut. Tidak hanya jago dari skill politik, yang terpenting kader-kader itu juga memiliki fatsoen politik. Mereka tidak hanya jago beretorika untuk mendapatkan kuasa, namun juga harus memiliki etika dan etos untuk mempertanggungjawabkan segala janjinya dihadapan rakyat pemilihnya.

 BACA JUGA:

Selama empat belas hari, dari tanggal 1 hingga 14 Mei 2023, publik disuguhi aneka aktivitas partai untuk mengirimkan Bacalegnya ke KPUD maupun KPU pusat. Berbagai latar belakang Bacaleg terungkap. Ada mantan jenderal, ada politisi tulen, ada artis, ada ulama, bahkan sengaja pula ada Bacaleg yang merepresentasikan "wong cilik". Proporsi gender pun diatur sedemikian rupa agar keterwakilan 30 persen unsur perempuan terpenuhi.

Lantas apa harapan rakyat atas Bacaleg tersebut? Sederhana. Apa itu? Jangan lupa kacang pada kulitnya. Artinya rakyat berharap pada Bacaleg yang kelak lolos verifikasi KPUD/KPU Pusat dan bertarung dalam kontestasi Pemilihan Legislatif tidak melupakan mereka. Apalagi jika sudah melenggang masuk parlemen, jangan kemudian atas nama rakyat, mereka justru membuat berbagai aturan yang mempersulit rakyat. Keberpihakan pada konstituen dan janji-janji manis selama kampanye harus bisa diwujudkan demi cita-cita seluruh anak bangsa ini mendapatkan penghidupan yang sejahtera, adil, dan makmur.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya