JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menunjukkan kedekatan hubungan dengan Ketua Harian Nasional Partai Perindo, TGB HM Zainul Majdi selama berada di Lombok.
Politisi PDI Perjuangan itu disopiri oleh TGB mulai dari Rumah Makan Langko menuju Kantor DPW Partai Perindo NTB, kemudian berlanjut hingga menuju Lombok Timur, bahkan sampai menuju bandara.
Pakar Komunikasi UIN Mataram, Kadri M Saleh mengatakan, dalam komunikasi dikenal istilah proksemik yang berbicara tentang jarak dalam berkomunikasi. Ada juga istilah space komunication atau komunikasi ruang.
"Fenomena TGB menjadi sopirnya Ganjar mengindikasikan kedekatan hubungan keduanya, " katanya, Senin (19/6/2023).
Semobil, kata Kadri, adalah ruang kedekatan yang mereka ciptakan tanpa jarak. Dijelaskan, pakar komunikasi, Edward T. Hall membagi empat jarak komunikasi yaitu jarak publik, jarak sosial, jarak pribadi, dan jarak intim.
"TGB menjadi sopirnya Ganjar dapat dikategorikan sebagai jarak intim dan jarak pribadi yang dibuat oleh keduanya, " sambungnya.
Lebih lanjut, Kadri menilai kedua politisi ini membangun ruang komunikasi yang tidak berjarak. Keduanya memiliki chemystri politik.
"Mereka bisa membicarakan hal-hal politik berdua yang tidak didengar atau diketahui oleh publik selama perjalanan," ucapnya.
"Dan sangat mungkin keduanya membangun komitmen kebersamaan (dalam posisi dan status apapun) untuk membangun bangsa ke arah yang lebih baik, " sambungnya.
Nama TGB tengah menjadi perbincangan bakal dipasangkan menjadi bacawapres. Nama TGB pun sempat muncul dari pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Ganjar-TGB pun disebut menjadi representasi Nasionalis-Religius.
Selama di Lombok, Ganjar disopiri oleh TGB menggunakan mobil listrik mulai di Mataram sampai Lombok Timur. Percakapan keduanya pun diposting oleh Ganjar di akun Instagram pribadinya.
(Awaludin)