Oleh karena itu, Sigit menyatakan bahwa, untuk memberikan pelayanan permohonan SIM yang baik dan mudah, jajaran Korlantas Polri harus segera melakukan studi banding.
"Jadi saya minta studi banding segera, kalau bisa satu bulan ini ujian praktik SIM disesuaikan," ucap Sigit.
Sigit pun berkelakar di hadapan para peserta Wisuda STIK terkait dengan proses permohonan pembuatan SIM.
"Saya kira kalau saya uji dengan tes ini yang lulus paling 20, benar tidak. Tidak percaya, kalian langsung saya bawa ke Daan Mogot langsung saya uji, ya karena kalau yang lolos dari situ, nanti pasti bisa jadi pemain sirkus. Jadi hal-hal yang begitu diperbaiki, jadi hakikat yang ingin kita dapat dari seorang pengendara tanpa harus melakukan hal yang sangat sulit," kata Sigit.
Terkait hal ini, Sigit menjelaskan, yang paling penting dari pembuatan SIM adalah menanamkan nilai untuk mengutamakan keselamatan dan saling menghormati kepada sesama pengguna jalan.
"Nilai-nilai apa yang kita cari dari seseorang yang kita uji untuk memiliki SIM. Yang penting adalah bagaimana dia menghargai keselamatan para pengguna jalan dan bagaimana dia memiliki keterampilan saat mengendarai kendaraaanya," kata Sigit.