Menurutnya, perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk aktif secara politik dan membuat kebijakan yang lebih representatif dan inklusif untuk mencapai pembangunan yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia mengaku bahwa kuota keterwakilan perempuan tidak akan efektif ketika pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan politik tidak bisa dibenahi.
"Laki-laki dan perempuan itu sama. Kalaupun laki bertarung dengan gigi delapan, saya juga bisa bertarung dengan gigi delapan.” tutupnya.
(Fahmi Firdaus )