Mengapa Manusia Jawa Belum Bisa Pulang ke Indonesia dari Belanda?

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2023 09:49 WIB
Tengkorak Manusia Jawa (Foto: EPA-EFE)
Share :

Namun, Dubois tidak menemukan fosil tersebut di Sumatra. Maka, ia bertolak ke Pulau Jawa dan di sanalah ia menemukan kerangka Manusia Jawa.

“Dia menemukan itu [Manusia Jawa] di daerah Prinil, di Sangiran, dan menemukan [sisa-sisa] tengkorak dan paha, tulang paha,” terangnya.

“Dalam identifikasinya, dia menunjukkan bahwa bentuk tengkoraknya sudah peralihan, antara ada separuh dalam bentuk kera tapi juga seperti manusia,” kata Cecep.

Ia menjelaskan bahwa temuan Manusia Jawa sangat historis karena merupakan kerangka manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus pertama.

“Tulang itu milik makhluk yang sudah bisa berdiri tegak, sehingga disebut dengan Pithecantropus Erectus,” lanjutnya.

Setelah temuan Dubois, semakin banyak arkeolog dan paleontolog yang menggali di Afrika datang ke Indonesia untuk mencari fosil-fosil peninggalan manusia purba lainnya pada akhir abad ke-19.

Sebab, penemuan Manusia Jawa membuktikan bahwa kerangka-kerangka manusia purba ada di Indonesia.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan membanggakan untuk mereka saat itu. Dan itu diakui oleh dunia,” ujarnya.

Cecep mengatakan penemuan Manusia Jawa merupakan titik permulaan pengembangan riset manusia purba di Indonesia.

Hingga sekarang pun, sebuah museum di daerah Sangiran, Jawa Tengah – tempat Manusia Jawa ditemukan - masih berdiri dan menyimpan sebuah koleksi ekstensif manusia purba yang terus diteliti oleh para arkeolog tanah air.

Lalu, mengapa Manusia Jawa belum bisa kembali ke Indonesia?

Wakil Kepala Bidang Budaya dan Komunikasi Kedutaan Besar Belanda, Jaef de Boer, mengatakan bahwa permintaan yang diajukan pemerintah Indonesia untuk pengembalian Manusia Jawa masih diproses.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya