Mengapa Manusia Jawa Belum Bisa Pulang ke Indonesia dari Belanda?

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2023 09:49 WIB
Tengkorak Manusia Jawa (Foto: EPA-EFE)
Share :

Hingga pada 2020, Belanda mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro dalam kunjungan Raja dan Ratu Belanda. Sejak itu, Indonesia dan Belanda mulai membicarakan upaya repatriasi yang dilakukan dengan kerja sama dari kedua belah pihak.

Bahkan, Sultan Banjar sempat meminta berlian Banjarmasin, 'jarahan perang' yang disimpan di satu museum di Belanda dikembalikan.

Berlian yang saat ini dipamerkan di Rijksmuseum di Belanda, merupakan saksi "sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial," menurut sejarawan dan kurator.

Berlian 80 karat, "jarahan perang" hampir 160 tahun lalu, sempat diberikan kepada Raja Willem III pada 1862 sebagai hadiah.

Kesultanan Banjar menyebut "simbol kesultanan yang dirampas" Belanda ini harus kembali ke tanah Banjar.

Tetapi sebetulnya, Indonesia sudah lama mengajukan permintaan pengembalian artefak-artefak bersejarah kepada Belanda.

Permintaan pengembalian barang-barang bersejarah ke Indonesia diajukan pertama kali oleh Mohammad Yamin selaku Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan pada 1954

Pengembalian pun sudah dilakukan sejak tahun 1970. Detilnya sebagai berikut:

  • Pada 1970, Ratu Juliana secara simbolis mengembalikan naskah Negarakertagama kepada mantan presiden Soeharto. Naskah itu baru benar-benar dikembalikan ke Indonesia tahun 1972.
  • Pada 1977, pemerintah Belanda mengembalikan sejumlah benda budaya, antara lain Prajnaparamita, payung, pelana kuda, dan tombak Pangeran Diponegoro serta 243 benda pusaka Lombok hasil invasi militer di Puri Cakranegara tahun 1894.
  • Pada 2015, Belanda mengembalikan tongkat Kiai Cokro milik Pangeran Diponegoro.
  • Akhir 2019, Belanda mengembalikan 1.500 benda budaya dari Museum Nusantara, Delft.
  • Pada Maret 2020, Belanda mengembalikan keris Diponegoro.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya