Selayang Pandang Moehammad Jasin, Bapak Brimob Polri

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 14 November 2023 07:00 WIB
M. Jasin (Foto: wikipedia)
Share :

Tidak berhenti di situ, tahun 1950-an, Jasin terlibat dalam menumpas pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA).

Jasin juga mengusulkan pemindahan Mobrig untuk ditempatkan di Riau, agar rencana Amerika mengirimkan pasukannya dengan alasan menjaga instalasi minyak milik perusahaan Amerika dan keamanan warganya, bisa digantikan perannya oleh pasukan Mobrig. Akhirnya pun disetujui setelah berunding.

Pada akhir tahun 1959, Jasin diasingkan ke Jerman setelah usahanya menentang pengangkatan Sukarno Joyonegoro sebagai Menteri atau Panglima Angkatan Kepolisian dengan alasan Sukarno ini "disukai" oleh PKI. Protesnya berbentuk penolakan sebagai Wakil Menteri Angkatan Kepolisian mendampingi Sukarno.

Desember 1964, Presiden Soekarno menemuinya di Paris dan mengatakan akan mengangkat Jasin sebagai Menteri/ Panglima Angkatan Kepolisian. Januari 1965, Jasin kembali ke Indonesia. Sebelum dilantik, dia sempat menjabat sebagai Sekretaris Komando Operasi Tertinggi (KOTI). Namun harus dibatalkan atas desakan dari Wakil Perdana Menteri (Waperdam), dr. Subandrio.

Selain berkiprah di dunia kepolisian, Jasin juga pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), yang menjadi MPR.

Jasin juga pernah tercatat sebagai anggota Pimpinan Markas Besar Legiun Veteran RI dan ketua Yayasan 10 November, serta organisasi lainnya, di luar kelembagaan kenegaraan.

Tahun 1967-1970, Jasin bertugas sebagai Duta Besar Luarbiasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Negara Tanania.

Jasin meninggal pada 03 Mei 2012 pukul 15:30 WIB di RS Polri Kramat Jati, Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Berdasarkan Keppres Nomor 116/TK/2015 yang ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 04 November 2015, Moehammad Jasin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut Jasin sebagai sosok yang inspiratif, "Jasin, salah satu polisi yang bisa jadi pahlawan nasional. Dia ikut berjuang bersama Bung Tomo melakukan perlawanan terhadap penjajah," ungkapnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya