ISRAEL - Penjara-penjara Israel kehabisan ruang di tengah lonjakan penangkapan menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober dan pembalasan Israel di Gaza.
Menurut siaran pers Knesset, seorang pejabat senior Layanan Penjara Israel (IPS) mengungkapkan pada hari Senin bahwa Israel telah memenjarakan lebih dari 3.000 orang sejak 7 Oktober lalu.
“Kami hampir kehabisan ruang bagi narapidana di penjara,” kata Elyasaf Zakai, kepala Cabang Penahanan IPS.
Terdapat 19.372 narapidana di penjara-penjara Israel saat ini, dibandingkan dengan 16.353 sebelum 7 Oktober.
“Layanan penjara Israel tahu bagaimana menangani pemenjaraan paling banyak 20.000 narapidana, dan kami sangat dekat dengan jumlah ini,” lanjutnya.
Tidak jelas berapa banyak dari mereka yang ditahan adalah warga Palestina, namun Israel diperkirakan oleh kelompok hak asasi manusia menahan ribuan warga Palestina, yang dalam beberapa kasus tanpa dakwaan.
Biasanya Israel membebaskan ratusan, terkadang ribuan warga Palestina sebagai imbalan atas sandera Israel. Gencatan senjata tujuh hari yang ditengahi bulan lalu menghasilkan pembebasan 105 sandera oleh Hamas, sedangkan Israel membebaskan 240 warga Palestina dari penjara.
Sementara itu, Israel diketahui telah mengajukan proposal kepada Hamas yang mencakup jeda pertempuran selama seminggu dengan imbalan pembebasan 40 sandera.
Hal ini diungkapkan Barak Ravid, analis politik dan kebijakan luar negeri CNN yang mengutip dua pejabat Israel dan sumber lain yang mengetahui masalah tersebut.
Laporan pertama dari Axios menyatakan usulan tersebut bertujuan untuk membebaskan sandera yang mencakup perempuan, orang lanjut usia (lansia), dan mereka yang membutuhkan perawatan segera.
Michael Herzog, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), membenarkan bahwa Israel bersedia menghentikan pertempuran jika hal itu berarti membebaskan sandera sebanyak mungkin, namun tidak mengkonfirmasi apakah kesepakatan telah tercapai.
(Susi Susanti)