Di sisi lain, Fajar Rizki, rekan korban yang juga sesama mahasiswa IPB menuturkan, bila objek penelitian yang diambil oleh Galang yakni ular dan kadal yang menjadi bagian dari satwa herpetofauna.
"Fokusnya pengambilan di sekitar Telaga Lele, Galang sendiri herpetofauna seperti ular dan kadal," kata Fajar ditemui di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang saat pemulasaran jenazah.
Penelitian itu berlangsung sejak 21 Desember 2023 hingga rencananya sampai 15 hari ke depannya, atau sekitar tanggal 5 Januari 2024.
8. Korban ketua tim ekspedisi penelitian
Galang Edhi Swasono diketahui merupakan ketua tim ekspedisi rombongan penelitian dari IPB. Total ada 28 peserta mahasiswa semester 5 dan tiga orang mahasiswa dari kakak tingkat Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan.
"Yang datang 28 orang peserta dan 3 pendamping dari senior atau kakak tingkat, pesertanya dari jurusan yang sama semua, semua semester 5 IPB. Galang itu ketua tim ekspedisinya," kata Fajar Rizki.
Hal ini juga dibenarkan ayah korban Isnaryo, yang Juag baru mengetahui anaknya merupakan ketua tim ekspedisi setelah mendapat kabar anaknya hilang pada Kamis 28 Desember 2023 kemarin.
7. Korban sering ikut penelitian dan terkenal pintar
Sosok Galang Edhi diungkap oleh ayahnya Isnaryo. Mahasiswa berusia 20 tahun ini terkenal dengan seseorang yang suka melakukan penelitian dan sering diajak penelitian oleh pihak kampusnya.
Tak heran bila dalam ekspedisi di Cagar Alam Pulau Sempu, ia menjadi ketua tim.
"Memang anaknya sering ikut penelitian dari kampusnya, termasuk di Pulau Sempu Malang itu juga dia aktif penelitian sama kampus, akhirnya ikut sama teman-temannya," ucap Isnaryo, laki-laki berusia 66 tahun ini.