Setahun Sultan Korban Kabel Menjuntai Bali Tower Mencari Keadilan

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 05 Januari 2024 09:49 WIB
Sultan Rifat Alfatih Mahasiswa yang Terjerat Kabel Optik
Share :

JAKARTA – Hari ini, Jumat (5/1) tepat setahun perjuangan Sultan Rifat Alfatih, korban terjerat kabel Fiber Optik (FO) milik PT. Bali Towerindo Sentra, mencari keadilan.

Diketahui, Sultan Rifat Alfatih (21) adalah mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, yang mengalami kecelakaan akibat terjerat kabel fiber optic milik Bali Tower, saat melintas di Jalan Raya Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Sultan mengalami luka parah dibagian leher, dan harus diangkat pita suara dan saluran nafas di rongga mulutnya.

Setelah menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, RSCM, dan RS Polri Kramajati selama hampir satu tahun penuh, Sultan akhirnya dinyatakan sehat oleh tim dokter RS Polri Kramajati sejak 12 Desember 2023. Meskipun demikian, Sultan harus menghadapi keterbatasan yang memengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Saat ini, Sultan beraktivitas secara normal, meski harus bernafas lewat lubang buatan di lehernya. Dia juga kehilangan kemampuan berbicara normal karena pita suaranya telah diangkat serta tidak memiliki fungsi penciuman lagi.

Setelah melewati proses pengobatan panjang dan sangat melelahkan di beberapa rumah sakit, Sultan akhirnya harus merelakan pita suara, jakun, dan saluran napas di rongga mulutnya diangkat tim dokter RS Polri Kramajati.

"Anak saya mengalami kerusakan parah pada tulang tenggorokannya akibat jeratan kabel FO di leher, yang menyebabkan terputusnya saluran makan dan napas, serta kerusakan pada pita suara," ujar Fatih, ayah Sultan.

Dikatakannya, PT. Bali Towerindo Sentra, Tbk (Bali Tower) selaku pemilik kabel tidak memberikan bantuan atau dukungan apapun kepada Sultan.

“Kondisi yang dialami Sultan betul-betul menjadi peringatan tentang pentingnya keselamatan infrastruktur untuk mencegah insiden serupa terjadi pada orang lain di masa mendatang,” katanya.

Selama tahun 2023, Sultan hanya bisa mengonsumsi makanan cair melalui selang yang terpasang di hidung. Hal ini terpaksa dilakukan karena jika makan melalui mulut, makanan bisa masuk ke paru-paru dan berisiko serius bagi kesehatannya.

“Pada Juli 2023 lalu, dia mengalami sesak napas yang parah dan membutuhkan perawatan darurat di RSCM. Setelah serangkaian pemeriksaan, ternyata paru-parunya terisi cairan. Kondisi itu memaksa Sultan menjalani operasi untuk menguras cairan di paru-paru,” ungkap Fatih.

Pihak keluarga bersyukur, pada awal Agustus 2023 Sultan mendapatkan atensi khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dirawat di RS Polri Kramajati.

Lebih dari 40 dokter spesialis dari RSCM, UI, RSUP Fatmawati, dan RS Polri Kramajati ditugaskan langsung oleh Kapolri untuk merawat dan mengobati Sultan. Serangkaian operasi dan prosedur medis dilakukan, termasuk Endoskopi, Flouroskopi, Bronkoskopi, Medialisasi, Dilatasi, dan akhirnya Total Laringtomi (pengangkatan pita suara).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya