Aktivis HAM Sayangkan Pemerintah Belum Serius Tangani Kasus Penculikan 98

Muhammad Farhan, Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2024 15:57 WIB
Taufik Pram (Foto: M Farhan)
Share :

JAKARTA - Aktivis HAM, Taufik Pram menyayangkan pemerintah hingga saat ini belum serius menangani kasus hilangnya 13 aktivis pada 1997-1998.

"Mohon maaf, terlebih pemerintah belum serius menangani nasib dari status 13 teman-teman aktivis yang sampai saat ini masih hilang, tanpa mereka pun, saya rasa tidak mungkin seorang Jokowi bisa menjadi Presiden seperti sekarang," ujar Taufik di Sadjoe Cafe Tebet, Kamis (18/1/2024).

Taufik merupakan salah satu penulis Buku berjudul 'Penculikan Bukan untuk Diputihkan' mengenang para aktivis yang menjadi korban penculikan pada 1997-1998. Ia menulis buku tersebut dengan aktivis HAM Al Araf.

Imparsial meresmikan peluncuran buku sejarah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat khususnya pada kasus penculikan aktivis pada tahun 1997-1998.

Menurut Taufik, buku tersebut mendapatkan referensi hanya diperoleh dari buku-buku yang ditulis Purnawirawan ABRI atau orang-orang yang berada di sekitarnya. Namun, penyelesaian kasus hilangnya para aktivis pun dikerucutkan pada polemik argumen antar kelompok-kelompok purnawirawan ABRI tersebut.

"Maka dari itu, sampai saat ini penyelesaian kasus penculikan aktivis 98 itu nasibnya terabaikan karena narasinya dikerucutkan pada perdebatan antar purnawirawan ABRI," ujar Taufik.

Peluncuran buku Penculikan Bukan untuk Diputihkan itu dihelat di Kafe Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu 18 Januari 2024. Gelaran diskusi dan bedah buku tersebut dihadiri oleh Al Araf serta Taufik Pram selaku penulis buku; istri almarhum Munir, Suciwati; Korban Penculikan 98, Petrus Hariyanto dan ayah dari Ucok korban penculikan yang belum ditemukan sampai saat ini, Paian Siahaan.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya