MEDAN - Calon anggota legislatif DPR-RI dari Partai Persatuan Indonesia, Tengku Erry Nuradi, meminta masyarakat untuk cerdas memilih wakil mereka pada Pemilu Legislatif, 14 Februari 2024 mendatang.
Gubernur Sumatera Utara ke-17 itu mengimbau masyarakat untuk memilih caleg yang memiliki kemampuan untuk memperjuangkan aspirasi mereka. Bukan caleg yang hanya numpang lewat yang alat peraga kampanyenya muncul saat pemilu berlangsung.
Hal itu dikatakan Tengku Erry saat menggelar sosialisasi bersama ratusan masyarakat di Jalan Madio Santoso, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (22/1/2024) petang.
Ikut dalam kegiatan sosialisasi itu, Caleg DPRD Sumatera Utara Partai Perindo nomor urut 1 dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara-I/Medan-A, Rudi Zulham Hasibuan, serta Caleg DPRD Kota Medan Partai Perindo nomor urut 1 dari Dapil Medan-3 (Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Tembung dan Medan Deli).
"Jangan pilih caleg-caleg yang hanya numpang lewat. Ini banyak sekali pada pemilu legislatif saat ini. Jangan sampai nanti terpilih calon-calon yang bahkan tak pernah tinggal pun dia di Sumatera Utara ini. Bagaimana kemudian dia mau memperjuangkan masyarakat kita, kalau dia tinggal pun tak pernah di sini," tegas Erry.
Erry mengajak masyarakat untuk memilih caleg yang rekam jejaknya sudah pernah memperjuangkan aspirasi masyarakat di Sumatera Utara. Itu karena saat ini masih banyak kebutuhan mendesak masyarakat Sumatera Utara yang harus diperjuangkan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota hingga tingkat nasional.
"Seperti dulu waktu krisis listrik tahun 2015 lalu, selama hampir 30 tahun kita krisis listrik, harus diketahui oleh masyarakat yang merasakan itu sendiri, dan kita perjuangan dulu itu, dan hari ini krisis listrik itu sudah berakhir," sebut Caleg DPR-RI nomor urut 1 dari daerah pemilihan Sumatera Utara-I (Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Tebingtinggi) itu.
Demikian juga dengan jalan-jalan di Sumut yang pernah dalam kondisi sangat buruk karena belum mendapatkan perhatian akibat minimnya anggaran Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun setelah diperjuangkan untuk naik status menjadi jalan nasional, kini kualitas jalan-jalan di Sumatera Utara semakin baik.