NEW YORK - Joe Biden dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada 20 Januari 2021. Pelantikan tersebut dilaksanakan di US Capitol, Washington.
Pada saat itu, media menyoroti sebuah buku bersampul kulit setebal 5 inch atau 12 cm yang digunakan Biden di hari pelantikannya sebagai Presiden AS.
Melansir ABC News, pernyataan tersebut dibuktikan dengan tulisan tanggal upacara pengambilan sumpahnya di buku tersebut. Tidak hanya itu, mendiang putra Biden, Beau, juga menggunakannya ketika dilantik sebagai Jaksa Agung Delaware.
Namun pada saat itu, ada satu user Facebook menulis dan mengunggah foto dengan caption "jadi, apakah ada orang lain yang menyadarinya atau??? Alkitab Masonik/Illuminati yang disumpah Biden kemarin."
Postingan tersebut mengklaim, bahwa Alkitab yang dimiliki Biden ada kaitanya dengan kelompok Masonik atau Illuminati. Postingan tersebut ramai diperbincangkan, hingga tersebar sebanyak 19 ribu kali.
Warganet mulai menduga, apakah Biden merupakan salah satu pengikut Illuminati?
Faktanya, buku yang digunakan Biden saat pelantkan adalah Alkitab Douay-Rheims. Mengutip AP News, Alkitab tersebut merupakan terjemahan bahasa Inggris dari kitab Latin.
Diduga Alkitab tersebut merupakan warisan keluarganya sejak 1893. Biden dikenal sebagai seorang Katolik, dan telah menggunakan Alkitab tersebut setiap kali dilantik dalam jabatan terpilih selama kariernya.
Berdasarkan laporan The Associated Press, Biden telah menggunakan Alkitabnya pada pelantikannya dua kali sebagai wakil presiden, dan tujuh kali sebagai senator dari Delaware.
Seorang profesor studi biblika The Catholic University of America, Robert Miller, mengatakan bahwa Alkitab yang digunakan Biden tidak ada kaitannya dengan Masonik.
"Hal tersebut juga terjadi pada Illuminati. Sejauh hal seperti itu memang ada, berulang kali dikutuk oleh Paus. Tentu saja sama sekali tidak ada hubungannya dengan Alkitab Katolik," tambah Miller.
Dari Oregon Live, seorang profesor Perjanjian Lama dan hukum di Duke University, Brent A. Strawn, mengonfirmasikan bahwa tidak ada konspirasi di balik Alkitab. Strawn mengatakan bahwa Alkitab tersebut hanyalah terjemahan bahasa Inggris dari bahasa Latin yang sangat populer.
(Susi Susanti)