Berdasarkan laporan The Associated Press, Biden telah menggunakan Alkitabnya pada pelantikannya dua kali sebagai wakil presiden, dan tujuh kali sebagai senator dari Delaware.
Seorang profesor studi biblika The Catholic University of America, Robert Miller, mengatakan bahwa Alkitab yang digunakan Biden tidak ada kaitannya dengan Masonik.
"Hal tersebut juga terjadi pada Illuminati. Sejauh hal seperti itu memang ada, berulang kali dikutuk oleh Paus. Tentu saja sama sekali tidak ada hubungannya dengan Alkitab Katolik," tambah Miller.
Dari Oregon Live, seorang profesor Perjanjian Lama dan hukum di Duke University, Brent A. Strawn, mengonfirmasikan bahwa tidak ada konspirasi di balik Alkitab. Strawn mengatakan bahwa Alkitab tersebut hanyalah terjemahan bahasa Inggris dari bahasa Latin yang sangat populer.
(Susi Susanti)