Tinjau TPS di Bogor, Bawaslu Temukan Banyak yang Tidak Sesuai Prosedur

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Rabu 14 Februari 2024 14:18 WIB
Bawaslu tinjau TPS di Bogor (Foto: Putra R)
Share :

BOGOR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menemukan beberapa catatan dalam proses pencoblosan Pemilu 2024 di Kota Bogor. Seperti di TPS 57 Katulampa dan TPS 05 Paledang salah satunya jumlah logistik surat suara tidak sesuai.

"Artinya dibungkusnya sekian, begitu dibuka surat suaranya tidak. Seperti di sini, di TPS 05 juga ada untuk DPR RI-nya kurang dua suara, tapi untuk provinsinya lebih 10 suara. Tidak sesuai mana yang tertera di kotak dengan isi surat suara yang ada di dalamnya," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu RI Lolly Suhenty, Rabu (14/2/2024).

Lalu, pihaknya juga menemukan ternyata pemahaman penyelenggara Pemilu dalam konteks ini KPPS, soal bagaimana memberlakukan formulir C pemberitahuan. Karena, formulir tersebut rekapnya seharusnya di KPPS untuk memudahkan.

"Ketika nanti ada yang tidak tersampaikan C pemberitahuannya tapi dia datang. Maka tidak lari ke sana untuk mendapatkan C pemberitahuan karena dia tersedia di TPS," ujar Lolly.

Kemudian, lanjut Lolly, ditemukan situasi petugas KPPS memilih bukan di TPS tempatnya bertugas. Padahal, waktu pemungutan suara sangat terbatas.

"Misalnya, di KPPS 05 ternyata memilihnya tidak di TPS ini. Padahal, kan waktu pemungutan suara kita terbatas sehingga mereka harus bergantian untuk menunaikan hak pilihnya di TPS yang lain. Padahal, secara tempat harusnya mereka memilih di sini, karena tempat tinggalnya dekat dengan TPS ini. Kan salah satu indikator membuat TPS mendekatkan pemilih dengan tempat tinggalnya," tuturnya.

"Nah, situasi-situasi seperti ini tentu membuat beban tersendiri buat teman-teman KPPS. Satu sisi mereka harus fokus, satu sisi mereka tetap harus menunaikan hak pilihnya. Jadi harus bergantian," sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya