JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah merespons terkait tak munculnya suara Partai Perindo pada Sistem Rekapitulasi (Sirekap) KPU di Pemilu 2024.
Ia pun menilai bahwa hal itu seolah-olah ada indikasi bahwa suara Perindo ditutupi. Menurutnya, aplikasi Sirekap tidak optimal sehingga terjadi banyak kejanggalan yang terjadi di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
"Tujuan penting dari Sirekap adalah rekam data, informasi cepat kepada publik, dan sebagai alat untuk memotong mata rantai manipulasi di proses rekap berjenjang. Namun, ternyata Sirekap tidak optimal dilakukan khususnya poin ketiga, malah seakan akan Sirekap menjadi bahan terjadinya banyak kejanggalan yang terjadi di banyak TPS," kata Ferry kepada wartawan, Senin (26/2/2024).
Ferry yang juga maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat I itu mengatakan bahwa Partai Perindo tengah melakukan proses pengumpulan data dan pencermatan melalui Sirekap
"Didapati data yang tidak jelas dan ditutupi," ujarnya.
Ferry meminta KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 harus transparan dan riil perihal data hasil pemungutan suara yang ada pada C1 atau C hasil plano apa adanya.
"KPU RI harus secara transparan dan riil menampilkan data yang ada dari C Hasil Pleno apa adanya. Diharapkan jangan memunculkan ruang ketidaktransparanan sehingga dikhawatirkan adanya prasangka manipulasi yang terjadi. Alhasil tidak sesuai dengan tujuan awal," ucap Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menyarankan agar Sirekap dihentikan terlebih dahulu untuk pembenahan sistem dan perihal masalah input data.
"Bila diperlukan Sirekap di hentikan dulu untuk dibenahi sistem dan input datanya sambil mengawal proses rekap secara berjenjang dari mulai PPK di kecamatan," pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )