Menurut Rofiq, dalam konteks pembiayaan yang juga diambil dari APBN 2024 ini mestinya IT yang digunakan tanpa kendala karena dengan pembiayaan yang tinggi pasti sistemnya juga sempurna.
"Nah ini adalah temuan yang menurut saya mengejutkan dan kita bisa berasumsi bahwa di dalam perhitungan ini ada sesuatu yang tersengaja dalam konteks ini," ujar Rofiq.
Rofiq menyoroti ketika basis Sirekap ini tidak bisa dipertanggungjawabkan atau tidak ada transparansi, maka di dalam perhitungan yang sifatnya berjenjang ini akan mendatangkan masalah baru.
"Proses curi mencuri, proses pemindahan suara pengalihan berbagai macam permainan yang ada di dalam perhitungan di tingkat bawah itu, sangat mungkin terjadi dan ini sangat merugikan partai," tegas Rofiq
Rekapitulasi Sirekap Tidak Transparan dan Mencurigakan, Perindo: Banyak Kejanggalan