"Contoh, pengerahan-pengerahan aparat, itu nanti akan kita buktikan, itu kan nggak ada hubungan dengan angka. Tapi kalo bicara kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif, kita akan buktikan itu," ujarnya.
BACA JUGA:
Hal senada juga disampaikan Juru bicara Timnas AMIN, Refly Harun yang menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi di Indonesia dan Mahkamah Konstitusi di seluruh dunia ini, tidak hanya bicara soal angka.
"Makannya kenapa ada Mahkamah Konstitusi karena dia disuruh menjaga Konstitusi salah satunya adalah Pemilu yang luber dan Jurdil," tutur Refly.
(Salman Mardira)