Potret Santri di Kendal, Mengisi Ramadhan dengan Menghafal Alquran dan Kitab Kuning

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 21 Maret 2024 22:03 WIB
Santri di pondok pesantren kawasan Kendal, Jawa Tengah (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Bulan Ramadhan 1445 H menjadi momentum yang harus diisi dengan berbagai kegiatan positif. Begitu juga bagi anak anak, khususnya para santri di pondok pesantren.

Selama bulan suci Ramadhan, pembelajaran mengenai ilmu agama diperkuat kembali dengan menerapkan sejumlah kegiatan tambahan bagi mereka. Seperti di Pondok Pesantren Darul Amanah.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, Ustadz Fatwa, prinsip yang perlu dipegang pesantren, yakni yakni jangan hanya fokus pada pemahaman agama, tetapi juga memberikan perhatian yang besar pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan zaman.

"Di pondok pesantren ini kami mengajarkan agar santri dapat terbuka juga ke dunia yang modern ini dengan adanya ekstrakurikuler kami. Alhamdulillah beberapa ekstrakurikuler kami mendapatkan penghargaan dan prestasi yang bergengsi," ujar Ustadz Fatwa dalam keterangannnya, dikutip Kamis (21/3/2024).

Bahkan, mampu mengalahkan sekolah-sekolah negeri pada umumnya. Esktrakurikuler ada yang untuk membentuk skill olahraga, public speaking, design, programming, dan lain-lain.

"Hal ini kami tunjukkan agar santri mempunyai skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Saya mau orang-orang yang jago dalam design, program, olahraga itu ada yang dari santri," katanya.

Pimpinan pondok pesantren yang ada di Kendal, Jawa Tengah itu mengungkapkan, selama bulan Ramadhan, pesantren meningkatkan pembelajaran agama dengan berbagai kegiatan tambahan, termasuk membaca dan menghafal kitab kuning.

Hal tersebut menunjukkan komitmen pesantren untuk menjaga tradisi intelektual Islam dan melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan luas.

“Pertama tentunya harus dikuatkan dulu alat untuk membacanya. Alat untuk membaca di sini maksudnya adalah kemampuan santri berbahasa Arab. Santri harus tahu cara menulis, membaca, dan mengartikan bahas Arab sebab di kitab kuning, Arabnya gundul semua," ujarnya.

"Jadi santri baru itu kita benar-benar kuatkan dulu alat untuk memahami, baru di tahun selanjutnya kami mempelajari isi dari kitab kuning tersebut yang mana di dalamnya banyak hukum, fiqih, sejarah, dan lain-lain. Kami mengira pembelajaran kitab kuning itu wajib karena kitab kuning adalah salah satu sumber dalam pembelajaran agama Islam," imbuhnya.

Prinsip pendidikan holistik yang diterapkan pondok pesantren yang berada di bawah naungan Nadhlatul Ulama (NU) dan Dzikrul Ghofilin ini menjadikannya pilihan yang tepat bagi orangtua yang menginginkan pendidikan yang komprehensif bagi anak-anak mereka. Prestasi dan kualitas pengajaran agama yang terbukti membuat pesantren ini menjadi pusat pembelajaran yang bernilai, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya