Sehingga, pendapatan bersih yang diperoleh Sholihin tak seberapa. Dia mengaku, sebelum ojol menggempur bajaj, pendapatan pria tak berambut itu bisa menyentuh Rp 500.000 dalam sehari.
“Paling Rp 150.000 sampai Rp 200.000, dari pagi ketemu malam, jam 12-an, jam 12 udah sepi sih, uda gak ada kegiatan. (Dahulu) sehari rata-rata bisa dapat Rp 500.000, penghasilan, tapi memang setoran mahal kalau dulu,” paparnya.
Bertahan Karena Kebutuhan Keluarga dan Pendidikan Anak
Sholihin memilih bertahan sebagai sopir bajaj, kendati pekerjaan yang ditekuninya selama 10 tahun ini berada di ujung tanduk.
Bukan tak mau pindah profesi, perkara mencari pekerjaan di kota metropolitan seperti Jakarta bukan hal yang muda. Apalagi, dia terkendala ijazah pendidikan tinggi.