Kisah Sopir Bajaj yang Bertahan di Tengah Gempuran Ojol, Ingin Kuliahkan Anak ke Mesir

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Jum'at 03 Mei 2024 04:31 WIB
Sholihin saat menunggu penumpang di Blok M Square (foto: MPI/Suparjo)
Share :

Karena itu, lelaki berkulit sawo matang ini masih harus mengarungi lalu lintas Jakarta Selatan agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan pendidikan anaknya. Kebutuhan sandang, pangan, dan papan menjadi tanggung jawab seorang ayah.

Sholihin menuturkan, dia harus banting tulang untuk bisa membayar sewa kontrakan dan menghidupi kedua anaknya. Dirinya memang sudah lama pisah dengan sang istri, namun kewajiban terhadap anak tetap dipenuhi.

Anak pertama misalnya, masih menempuh pendidikan SMA di salah satu pesantren di Magelang, Jateng. Sholihin mengaku, biaya pendidikan anak perempuannya ini mencapai Rp 1,7 juta dalam sebulan.

“Bayar kontrakan Rp 500.000 per bulan, kalau anak saya mondok ya, sebulan bisa Rp 1,7 juta,” ucapnya.

Kendati berkecukupan, tidak mengurangi niat Sholihin membawa sang buah hati untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Mesir. Baginya, pendidikan bisa merubah situasi ekonomi keluarga di masa mendatang.

“Alasannya, karena bapaknya uda bodoh, anak jangan lah, jangan kayak orang tuanya, tapi cita-cita orang tuanya, bapaknya pokoknya tetap pengen anak sukses kan. Kalau saya sebagai orang tua harus mendukung anak biar kuliah sampai di luar, kita doa sambil usaha, mudah-mudahan ya, namanya juga kita orang kecil ya berdoa sama usaha, cita-cita anak itu sampai kuliah di Mesir,” beber dia bersemangat.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya