Cerita Ibu di Bogor yang Curhat ke Jokowi karena Hilang Kontak dengan Anaknya

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2024 19:30 WIB
Ibu yang curhat ke Jokowi, Kokom (foto: MPI/Putra RA)
Share :

BOGOR - Kokom Komariah (53), ibu asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor tak kuasa menahan tangis rindu akan sang anak yang hilang kontak setelah bekerja di laut. Kokom pun menceritakan kronologi dari awal anaknya yang bernama M. Amal Marup (19) berangkat bekerja dari lowongan yang didapatnya di media sosial Facebook.

Ditemui wartawan di Polres Bogor, Kokom bercerita awalnya sang anak pergi meninggalkan rumah pada 23 April 2024. Ketika itu, Kokom mengira bahwa sang anak pergi ke sekolah tetapi tak kunjung pulang.

"Pada 23 April 2024 M. Amal Marup sekitar pukul 09.00 WIB pagi pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orangtua, yang saya kira Amal Marup pergi ke sekolah. Namun hingga malam hari Amal belum juga pulang ke rumah," kata Kokom kepada wartawan, Jumat (21/6/2024).

Kemudian, keesokan harinya tepatnya pada tanggal 24 April 2024, keluarga mulai mencari keberadaan Amal kepada rekan-rekannya. Akan tetapi, masih belum mendapatkan kabar keberadaan buah hatinya.

"Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, saya mengecek kamar Amal dan saya menemukan sepucuk surat yang berisi pesan Amal kepada saya yang hendak bekerja membantu kedua orangtua. Tanpa menulis kemana tujuan Amal akan pergi bekerja," ungkapnya.

Pada tanggal 25 April 2024, Amal memberikan kabar melalui telepon, bahwasanya Amal sudah di berada kapal nelayan Muara Baru Jakarta yang siap melaut dengan seseorang yang dikenalinya dari Facebook. Selama beberapa hari sebelum melaut, Amal bercerita sempat menginap di rumah orang tersebut.

"Selang seminggu kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Mei 2024 Amal kembali memberikan kabar melalui sambungan telepon bahwasanya Amal berada di Karawang Barat dan sedang bekerja di kapal nelayan dan Amal juga mengirimkan voice note yang berisi permintaan pulang dan minta dijemput," terangnya.

Kemudian, Amal juga memberikan informasi jika saya ingin berkomunikasi melalui nomor telepon pria yang dikenalnya melalui Facebook. Selang beberapa hari kemudian, pria tersebut menelpon dengan iming-iming akan memulangkan Amal dari kapal nelayan.

"Namun dia malah meminta uang kepada saya sebesar Rp 350.000 dengan alasan untuk mengantarkannya ke Bos Amal. Lalu saya, mengiyakan permintaan nya dengan mentransfernya melalui rekening anak kandung keempat saya (kakak Amal) yang bernama Asep Juberi," bebernya.

Beberapa hari setelah itu, ada orang lain yang menghubungiya mengaku sebagai bos Amal. Pria meminta uang sebesar Rp 3.500.000 dengan alasan pencabutan berkas Amal dan kembali mentransfer.

"Selang beberapa hari lagi, orang yang dikenal Amal di Facebook kembali meminta uang kepada saya dengan alasan yang sama sebesar Rp 200.000 dan saya mengiyakannya lagi," tambahnya.

Namun, hingga kini Amal tak kunjung dipulanhkan ke rumah dan kehilangan kontak. Kokom berharap agar sang anak segera kembali pulang ke rumahnya.

"Dari permintaan orang-orang yang mengaku akan memulangkan Amal dan telah saya jalani, hingga sampai saat ini belum ada kepastian kabar dan sampai saat ini saya juga tidak bisa menghubungi nomor anak saya. Besar harapan kepolisian bisa menangani kasus anak saya ini," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video curhatan seorang ibu asal Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. Perempuan itu mengaku kehilangan kontak dengan sang anak yang disebutnya bekerja di luar kota.

Dalam video yang beredar, sang ibu menyebutkan bahwa sang anak bekerja di laut mencari cumi-cumi. Dirinya mengaku terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada tanggal 8 Mei 2024 lalu.

Karena merasa kehilangan kontak, sang ibu merasa khawatir. Disebutkan, anaknya masih sekolah belum diwisuda sehingga membuatnya kebingungan.

Kemudian, sang ibu juga menceritakan bahwa anaknya itu mendapatkan pekerjaan dari media sosial Facebook. Perempuan tersebut pun mengaku sempat dimintai uang sebesar Rp 15 juta agar sang anak bisa segera kembali dipulangkan ke rumah.

Dari situ, ibu tersebut berusaha mencari pinjaman ke tetangganya namun hanya mendapat Rp 4 juta. Tetapi, hingga kini sang anak belum kembali pulang.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dari informasi tersebut. Saat ini, polisi tengah melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Sudah diterima pengaduannya, pengadu sudah diambil keterangan. Hari ini rencana mau ke rumah ibunya untuk cari informasi tambahan. Sedang kami dalami," kata Teguh dikonfirmasi wartawan.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya