YERUSALEM - Jet tempur Israel menggempur target Hizbullah di Lebanon selatan pada Kamis (19/9/2024) malam, menghantam ribuan peluncur roket yang akan segera digunakan untuk menembak ke wilayah Israel. Sejak sore hari, jet tempur menyerang sekitar 100 peluncur roket yang terdiri dari sekitar 1.000 laras.
"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan terus beroperasi untuk melemahkan infrastruktur dan kemampuan organisasi teroris Hizbullah guna mempertahankan Negara Israel," kata IDF.
Serangan hebat itu menyusul serangan awal minggu ini yang dikaitkan oleh Lebanon dan Hizbullah dengan Israel yang meledakkan radio genggam walkkie-talkie dan pager Hizbullah, menewaskan 37 orang dan melukai sekitar 3.000 orang di Lebanon.
Dalam operasi pada Kamis (19/9/2024) malam, Israel meluncurkan puluhan bom di Lebanon selatan. Tidak ada laporan korban jiwa.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Israel akan terus melancarkan aksi militer terhadap Hizbullah.
Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hizbullah Lebanon setelah seminggu terjadi eskalasi. Amerika Serikat (AS) juga telah menyatakan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Pada Rabu (18/9/2024), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk memulangkan puluhan ribu penduduk yang dievakuasi dari daerah perbatasan utara ke rumah mereka.
Dalam rangka menunjukkan dukungan kepada Hamas setelah serangan 7 Oktober, Hizbullah yang didukung Iran mulai menembakkan roket ke Israel utara, yang memaksa banyak penduduk mengungsi ke pusat negara itu. Israel dan Hizbullah telah saling tembak setiap hari sejak saat itu.
(Susi Susanti)