JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil berbicara terkait polemik pendirian rumah ibadah. Menurutnya, hal tersebut masih adanya dinamika di masyarakat.
Ridwan Kamil menuturkan, negara harus terus menerus mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Ya kan saya sampaikan, kalau kemudahan itu sudah menjadi kewajiban negara selama peraturan yang sifatnya formal sudah dipenuhi. Yang sering terjadi kan dinamika sosial di masyarakatnya, itu tugas negara nanti mensosialisasikan,” kata RK kepada wartawan, Jumat (11/10/2024).
Mantan Gubernur Jawa Barat itu menilai, jika semakin banyak tempat ibadah justru lebih baik bagi masyarakat.
“Saya bilang ke Pak Pendeta kan ya Pak, makin banyak yang beribadah harusnya kita itu senang, berarti ada orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Kenapa dipersulit? Jangan,” ujar dia.
Lebih jauh, dia menegaskan negara harus turun untuk menyelesaikan polemik tersebut. Negara, kata dia, berperan penting untuk mensosialisasikan nilai-nilai toleransi.
“Justru kita harus bahagia kalau ada peribadatan, mau di rumah, mau di apa, itu kan bagus. Jadi, problemnya itu bukan di negara. Problemnya itu kadang-kadang ada di dinamika masyarakat. Jadi, tugas negara adalah mengedukasi, mensosialisasikan nilai-nilai toleransi,” tegas dia.
(Khafid Mardiyansyah)