MESUJI - Rekaman video Calon Bupati Mesuji nomor urut 2, Elfianah saat berkampanye menjanjikan 'masuk surga' kepada para pemilihnya viral di media sosial (Medsos).
Dalam video amatir yang diterima MNC Portal Indonesia, Elfianah yang mengenakan setelan pakaian hingga hijab berwarna serba merah muda tampak berbicara menggunakan alat pengeras suara di depan sejumlah masyarakat yang mayoritas merupakan emak-emak.
Masyarakat yang hadir terlihat duduk di kursi plastik hijau tampak menyimak pernyataan dari istri mantan Bupati Mesuji sekaligus terpidana kasus korupsi, Khamami tersebut.
"Insyaallah bu, besok di akhirat jenengan bisa membayangkan orang lagi dapat perhitungan di akhirat nanti, tapi kita malah dipanggil mendapat syafaat dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam," ujar Elfianah dalam video.
Masih dari rekaman video berdurasi 28 detik tersebut, Elfianah yang merupakan calon bupati yang diusung Partai NasDem, Golkar, dan Demokrat itu menyebut janji surga kepada para pemilihan tak lepas berkat program-program pencalonannya.
"Kita dipanggil, hai orang-orang Mesuji kemarin yang memilih nomor dua ayo ikut bersamaku, karena program nomor dua menyantuni anak yatim, masuk surga bersamaku, kata nabi kita," ucap Elfianah.
Terkait beredarnya video viral ini, Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Mesuji Robby Ruyudha mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dan masih mendalami terhadap temuan tersebut.
Meski demikian, hasil penelusuran dapat dipastikan bahwa sosok wanita yang berbicara dalam video tersebut merupakan Elfianah merupakan calon bupati Mesuji nomor urut 2.
"Benar, bahwa itu adalah calon bupati nomor urut 2 atas nama Ibu Elfianah. Namun saat ini, kami masih melakukan penelusuran terkait di mana dan kapan peristiwa tersebut terjadi," ujar Robby, Selasa (29/10/2024).
Robby menyebutkan, Bawaslu Mesuji sampai saat ini belum menerima laporan maupun aduan resmi dari masyarakat. Namun pihaknya tetap terbuka, bila terdapat laporan atas pernyataan tersebut melanggar aturan kampanye.
"Sampai sekarang belum ada laporan. Saat ini, sedang dalam penelusuran apakah disampaikan dalam kegiatan kampanye resmi atau bukan. Jika iya, apakah ada STTP atau tidak," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)