Di sisi lain, Asep mengungkapkan, kapal yang dinakhodai oleh Wahyudi, warga Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu itu sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Karangsong pada Sabtu, 25 Januari 2025, dengan membawa 11 orang kru.
"Pada tanggal 30 Januari 2025 sekitar pukul 02.00 WIB, kapal sedang berlabuh jangkar. Kemudian diketahui mesin kapal terendam air akibat hantaman ombak. Tak lama kemudian, datang lagi ombak dan menghantam kapal sebanyak tiga kali hingga menyebabkan kapal kemasukan air dan terbalik," ungkap Asep.
Dalam peristiwa tersebut, Nakhoda Wahyudi turut menjadi korban meninggal bersama tiga ABK lainnya, yaitu Topik, Saidi, dan Dasuki. Sementara itu, enam ABK lainnya berhasil selamat, yakni Karno, Kasan, Rohidin, Suwandi, Suwarno, dan Wartono.
"Namun, satu ABK bernama Bagus Andriyana hingga saat ini masih belum ditemukan," ucap Asep.
(Arief Setyadi )