JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan banjir masih merendam sejumlah kawasan pada Senin (7/7/2025). Meski, menurut data hingga pukul 06.00 WIB, banjir berangsur surut.
"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 109 RT dan tiga ruas jalan," kata Kapusdatin BPBD DKI, M. Yohan.
Padahal, sebelumnya data pukul 03.00 WIB menyebutkan, banjir masih merendam 141 RT dan tujuh ruas Jalan. Berikut data 109 RT dan tiga ruas jalan yang terendam banjir:
Jakarta Pusat terdampak banjir 17 RT
* Kelurahan Karet Tengsin
- Jumlah: 17 RT
- Ketinggian: 30 sampai dengan 40 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
* Kelurahan Kedaung Kali Angke
- Jumlah: 4 RT
- Ketinggian: 40 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
* Kelurahan Rawa Buaya
- Jumlah: 5 RT
- Ketinggian: 70 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
* Kelurahan Kedoya Selatan
- Jumlah: 4 RT
- Ketinggian: 30 sampai dengan 60 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
* Kelurahan Kembangan Selatan
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 60 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan
* Kelurahan Kembangan Utara
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 30 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke
Jakarta Selatan terdampak banjir 30 RT
* Kelurahan Tanjung Barat
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 40 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Pela Mampang
- Jumlah: 13 RT
- Ketinggian: 30 sampai dengan 150 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut
* Kelurahan Pengadegan
- Jumlah: 2 RT
- Ketinggian: 30 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Rawajati
- Jumlah: 7 RT
- Ketinggian: 80 sampai dengan 100 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Jati Padang
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 80 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan PHB Sarua
* Kelurahan Pejaten Timur
- Jumlah: 4 RT
- Ketinggian: 50 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Kebon Baru
- Jumlah: 2 RT
- Ketinggian: 35 sampai dengan 70 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
Jakarta Timur terdampak banjir 47 RT
* Kelurahan Bidara Cina
- Jumlah: 14 RT
- Ketinggian: 180 sampai dengan 210 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cipinang Muara
- Jumlah: 2 RT
- Ketinggian: 40 sampai dengan 50 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Sunter
* Kelurahan Kampung Melayu
- Jumlah: 4 RT
- Ketinggian: 155 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Balekambang
- Jumlah: 3 RT
- Ketinggian: 30 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cawang
- Jumlah: 7 RT
- Ketinggian: 100 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cililitan
- Jumlah: 2 RT
- Ketinggian: 60 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cipinang Melayu
- Jumlah: 15 RT
- Ketinggian: 150 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Sunter
Jalan tergenang tiga ruas jalan
1. Jalan Adi Karya, Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat – Ketinggian 15 cm
2. Gang H. Musanif, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat – Ketinggian 45 cm
3. Jalan Cipinang Indah (SMK Penabur), Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur – Ketinggian 15 cm
Pengungsi
1. Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina
- 33 kepala keluarga (KK), 137 jiwa
2. Masjid Jami Ittihadul Ikhwan, Kampung Melayu
- 24 KK, 74 jiwa
3. SDN 01/02 Kampung Melayu
- 37 KK, 119 jiwa
4. Masjid Al-Hawi, Cililitan
- 3 KK, 11 jiwa
5. Mushala Al-Ishlah, Kampus Binawan Cawang
- 11 KK, 30 jiwa
6. Masjid Al Ridwan, Jatipadang
7. Musholla Sibili, Jatipadang
- 23 KK, 75 jiwa
8. Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke
- 10 KK, 20 jiwa
9. Musholla Kelurahan Kedoya Selatan
- 12 KK, 37 jiwa
10. RPTRA Segas, Karet Tengsin
11. Masjid Nurul Huda, Karet Tengsin
12. Masjid Al Muhajirin, Karet Tengsin
- 44 KK, 156 jiwa
13. Masjid Al Muqorobbin, Cipinang Melayu
14. Masjid Universitas Borobudur
- 59 KK, 197 jiwa
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik, bersama para lurah dan camat setempat. Mereka juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas dan menargetkan genangan surut dalam waktu cepat.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ungkapnya.
(Arief Setyadi )