DPR menanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat melalui enam poin hasil rapat konsultasi pimpinan DPR bersama fraksi-fraksi. Langkah-langkah tersebut mencakup pemangkasan fasilitas, moratorium perjalanan dinas, serta peningkatan transparansi di parlemen.
Benny menekankan pentingnya reformasi internal DPR untuk mewujudkan harapan rakyat.
“Tuntutan 17+8 itu akan terealisasi jika ada reformasi internal DPR. Alat Kelengkapan Dewan harus ditata kembali agar kondusif bagi setiap anggota DPR dalam menjalankan hak-hak konstitusionalnya dan fungsi pengawasan,” papar Benny.
“Tanpa disertai reformasi internal, mustahil tuntutan tersebut dapat dipenuhi,” lanjut legislator dari Dapil NTT I itu.
Benny menegaskan, pembenahan menyeluruh terhadap fungsi dan peran DPR menjadi kunci pemulihan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan menjaga demokrasi.
“Sejarah membuktikan: setiap kali parlemen kehilangan legitimasi, demokrasi berada di ujung tanduk. Menyelamatkan demokrasi berarti menyelamatkan DPR. Dan menyelamatkan DPR berarti mengembalikan kedaulatan kepada rakyat,” tegasnya.
(Awaludin)