Insiden terjadi sekitar pukul 09:00 waktu setempat (02:00 GMT). Berdasarkan laporan media lokal The Nation, crane tersebut sedang mengangkat bagian beton besar sebelum akhirnya jatuh menimpa kereta.
Seorang kru kereta yang selamat, Thirasak Wongsoongnern, menceritakan bahwa para penumpang terlempar ke udara saat benturan terjadi. Sementara itu, seorang saksi mata bernama Maliwan Nakthon menggambarkan situasi mencekam.
"Awalnya ada serpihan kecil seperti fragmen beton yang jatuh. Tak lama kemudian, crane itu merosot perlahan lalu menghantam kereta dengan sangat keras. Seluruh kejadian berlangsung kurang dari satu menit," ujar Maliwan, melansir BBC.
Perusahaan kereta api negara, State Railway of Thailand (SRT), langsung melakukan penyelidikan dan mengumumkan langkah hukum terhadap perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab, yaitu Italian-Thai Development Public Company Limited. Kerugian awal akibat kerusakan gerbong kereta diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta baht (sekitar Rp485 miliar).
Pihak Italian-Thai Development telah menyatakan penyesalan mendalam dan berjanji akan memberikan kompensasi serta bantuan bagi keluarga korban meninggal maupun luka.