Menurutnya, posisi tanggul yang berbatasan langsung dengan jalan raya membuat air sungai dengan cepat mengalir deras ke permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai sekitar 1 meter.
Warga pun berupaya melakukan penanganan darurat dengan membendung aliran air menggunakan karung berisi tanah dan pasir serta penahan bambu. Upaya tersebut dilakukan secara manual dan bergotong royong.
“Warga berusaha menahan air pakai karung-karung tanah dan bambu,” ujarnya.
Selain itu, warga juga menyelamatkan barang-barang berharga dan mengamankan anggota keluarga ke tempat yang lebih tinggi.
“Warga masih mengeluarkan barang-barangnya dari dalam rumah. Sebagian ditaruh di tempat yang lebih tinggi dan kokoh. Ada barang yang selamat, tapi ada juga yang rusak,” tambah Satibi.