Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan Direktorat PPA-PPO juga akan melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan kementerian, lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak luar negeri.
“Untuk betul-betul memberikan pelayanan terbaik. Karena di satu sisi ada korban perempuan dan anak yang mengalami kekerasan di dalam negeri. Namun di sisi lain, banyak terjadi peristiwa people smuggling yang korbannya adalah warga negara kita yang tertipu janji pekerjaan, namun justru menjadi korban di luar negeri karena menggunakan jalur tidak resmi. Di sini kita bekerja agar hal tersebut bisa dihindari,” paparnya.
Menurut Sigit, Direktorat PPA-PPO Polri akan hadir untuk mencegah terjadinya masyarakat yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, Sigit berharap peluncuran Direktorat PPA-PPO ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kelompok rentan.
“Sekali lagi, ini adalah momentum yang harus kita dorong sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak, termasuk korban people smuggling, ke depan benar-benar bisa kita maksimalkan. Kita terus tingkatkan profesionalisme personel dan ini juga membuka ruang kesetaraan gender,” tutur Sigit.