Karena khawatir kecelakaan terus berulang, Bowo bersama warga sekitar berinisiatif memasang penanda darurat. Lubang jalan tersebut ditandai dengan batu dan tanaman dalam pot setinggi sekitar satu meter.
“Kalau cuma batu, sering nggak kelihatan. Makanya saya taruh pohon juga biar pengendara sadar,” jelasnya.
Lubang yang berada di tengah lajur itu memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan. Tak jauh dari lokasi tersebut, kondisi jalan juga tampak bergelombang cukup panjang, mencapai sekitar 3 hingga 5 meter.
Putra, seorang pengemudi ojek online, mengatakan permukaan jalan yang rusak sangat membahayakan, terutama saat hujan.
“Selain bergelombang, jalannya juga berpasir, jadi licin,” katanya.