Jelang Muktamar NU, Ulil Abshar Soroti Pentingnya Formasi Kepemimpinan PBNU

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 31 Januari 2026 06:31 WIB
Said Aqiel Siradj (Foto: dok ist)
Share :

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2015–2021, Ulil Abshar Hadrawi, menyampaikan pandangannya terkait formasi ideal kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menjelang Muktamar ke-35 NU. 

Menurut Ulil, kepemimpinan PBNU perlu dirancang secara matang dengan mempertimbangkan kemaslahatan jam’iyyah dan kesinambungan Khittah NU.

Ia menilai, Muktamar NU bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah organisasi di tengah dinamika sosial, politik, dan keumatan yang semakin kompleks.

"Pemilihan kepemimpinan PBNU tidak semestinya didasarkan pada popularitas atau emosionalitas muktamirin, melainkan pada kemaslahatan jam’iyyah dan kesinambungan khittah NU," kata Ulil, Sabtu (31/1/2026).

Ia menegaskan, dalam tradisi NU terdapat pembagian peran yang jelas antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Rais Aam berfungsi sebagai poros keulamaan dan penjaga arah moral organisasi, sementara Ketua Umum berperan sebagai penggerak organisasi dan penanggung jawab tata kelola jam’iyyah.

“Atas dasar itu, saya memandang formasi KH. Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam PBNU dan KH. Zulfa Mustofa sebagai Ketua Umum PBNU sebagai pilihan yang patut dipertimbangkan secara serius oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi dan para muktamirin,” ujarnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya