Banjir Grobogan Meluas, Warga Terdampak Melonjak Jadi 9.000 KK

Arief Setyadi , Jurnalis
Selasa 17 Februari 2026 08:27 WIB
Banjir Grobogan, Jawa Tengah (Foto: BNPB)
Share :

JAKARTA – Banjir menerjang Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Jumlah warga terdampak banjir meningkat menjadi 9.000 kepala keluarga (KK) akibat meluasnya genangan dari wilayah hulu ke hilir. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, hingga Senin 16 Februari pukul 20.00 WIB, tidak terdapat pengungsian secara terpusat, dan warga yang sempat terdampak sebagian besar melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat terdekat atau ke tempat yang lebih aman.

“Meluasnya banjir terjadi seiring pergerakan debit air kiriman dari hulu yang berangsur menuju wilayah hilir. Di sejumlah kecamatan bagian hulu, genangan dilaporkan telah surut, sementara di wilayah hilir justru mengalami penambahan tinggi muka air,” ujar Muhari lewat keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Muhari mengungkapkan, kronologi banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu 15 Februari pukul 21.00 WIB hingga Senin 16 Februari pukul 05.00 WIB. Selain curah hujan lokal, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke permukiman warga.

“Tercatat 42 desa di 10 kecamatan terdampak, dengan satu unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, terdapat sejumlah titik tanggul jebol, antara lain di Sungai Cabean Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung (masing-masing sepanjang 15 meter), Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong,” katanya.

Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, dan Godong. Di Kecamatan Kedungjati, banjir yang sebelumnya menggenangi tujuh desa seperti Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas dengan ketinggian 20-40 sentimeter saat ini telah surut.

Selanjutnya di Kecamatan Tegowanu, Desa Tajemsari tercatat 171 KK terdampak dan masih tergenang, sementara Desa Sukorejo 600 KK dan Kebonagung 526 KK serta 102 hektare sawah berangsur surut. Di Kecamatan Purwodadi, genangan masih terjadi di Kelurahan Purwodadi berdampak pada 584 KK dan Kelurahan Kalongan, khususnya Perumahan Permata Hijau dengan 1.180 KK terdampak dan tinggi muka air sebelumnya mencapai sekitar 1 meter.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya