“Enggak, saya sendiri karena rutin setiap tahun di sini sendiri. Sholat fardu juga banyakan di sini,” ungkap dia.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi para penceramah atau khatib Tarawih di Masjid Cut Meutia yang bagus dan mumpuni dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya serta jamaah lain.
“Ya, satu penceramahnya juga bagus gitu, kan, juga tepat waktu,” pungkas dia.
Banyak dari jamaah yang tidak mendapatkan tempat shlat di dalam masjid hingga akhirnya harus menggelar karpet dan melaksanakan Sholat Tarawih berjamaah di halaman masjid.
(Arief Setyadi )