MEXICO CITY — Meksiko telah mengerahkan ribuan tentara untuk memperkuat keamanan setelah gelombang kekerasan meletus menyusul kematian El Mencho, bos kartel narkoba berpengaruh di negara itu, demikian pejabat berwenang.
Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan tambahan 2.500 tentara telah dikirim ke Meksiko barat pada Senin (23/2/2026), dengan pemerintah menyebutkan sekitar 9.500 pasukan telah dikerahkan secara keseluruhan sejak Minggu (22/2/2026).
Dilaporkan BBC, setidaknya 20 negara bagian telah mengalami kerusuhan sejak Nemesio Oseguera Cervantes — lebih dikenal sebagai “El Mencho” — meninggal dalam tahanan pada Minggu, tak lama setelah ditangkap oleh pasukan khusus Meksiko di Negara Bagian Jalisco.
Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) adalah salah satu organisasi kriminal paling ditakuti di Meksiko, dan pemimpinnya merupakan orang yang paling dicari di negara itu.
Setidaknya 25 anggota Garda Nasional Meksiko tewas di Negara Bagian Jalisco sejak kekerasan meletus.
El Mencho ditangkap setelah pasukan melacak kekasihnya yang sedang ditemuinya. Bos kartel itu terluka parah dalam baku tembak antara pengawal pribadinya dan komando militer yang dikerahkan untuk menangkapnya, dan ia meninggal saat militer mengangkutnya dari kota Tapalpa ke ibu kota, Mexico City.
Setidaknya enam pengawal keamanan El Mencho juga tewas dalam operasi tersebut, sementara tiga anggota militer Meksiko terluka, kata Kementerian Pertahanan.
Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch mengatakan seorang penjaga penjara, seorang anggota kantor kejaksaan negara bagian, dan 30 anggota organisasi kriminal El Mencho telah tewas dalam kerusuhan sejak kematiannya, menurut kantor berita AFP.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji operasi militer yang menyebabkan kematian El Mencho dan mengatakan prioritasnya adalah menjamin perdamaian dan keamanan di seluruh negeri.
“Ada ketenangan, ada pemerintahan, ada angkatan bersenjata, dan ada banyak koordinasi,” kata Sheinbaum, sebagaimana dilansir BBC.
Saat berita kematian El Mencho menyebar, anggota kartelnya melancarkan serangan di banyak kota dan daerah tempat CJNG aktif.
Di beberapa kota, mereka memblokir jalan dengan melemparkan paku dan duri ke aspal — di kota lain, mereka membajak bus dan kendaraan lain lalu membakarnya di tengah jalan.
Sheinbaum mengatakan bahwa blokade jalan telah dibersihkan pada Senin pagi. Namun, puluhan bank dan bisnis lokal telah rusak setelah dibakar oleh anggota kartel.
Di banyak kota, jalanan sepi pada Minggu karena pihak berwenang setempat meminta warga untuk berlindung di rumah mereka.
Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan bentrokan antara anggota kartel dan Garda Nasional Meksiko. Salah satu video menunjukkan baku tembak di kota San Isidro, tepat di utara ibu kota Negara Bagian Jalisco, Guadalajara, pada Minggu, sementara video lain menunjukkan seseorang bersenjata menembak ke arah beberapa mobil. Gambar lain menunjukkan setidaknya empat mayat tergeletak di dekat sebuah mobil.
Rekaman CCTV dari restoran terdekat menunjukkan sebuah kendaraan menabrak truk Garda Nasional, sementara anggota kartel menembakinya sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Garda Nasional belum merilis detail apa pun tentang insiden tersebut.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menawarkan hadiah sebesar USD 15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho.
Kementerian Pertahanan Meksiko mengatakan bahwa penggerebekan yang bertujuan untuk menangkap El Mencho telah dilakukan oleh tentara Meksiko, yang didukung oleh Garda Nasional dan Angkatan Udara negara tersebut.
Ditambahkan bahwa “informasi tambahan” yang diberikan oleh AS telah membantu menangkap gembong narkoba tersebut, tetapi Meksiko mengonfirmasi pada Senin bahwa tidak ada pasukan AS yang terlibat dalam pembunuhannya.
(Rahman Asmardika)