ABU DHABI – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Abu Dhabi pada Rabu (25/2/2026) tak hanya menjadi agenda diplomatik antarnegara, tetapi juga momentum emosional bagi para mahasiswa dan diaspora Indonesia di Uni Emirat Arab (UEA). Di antara deretan penyambut, berdiri para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Abu Dhabi.
Wajah-wajah penuh bangga dan haru tampak ketika Presiden menyapa dan menyalami mereka satu per satu. Naufal Ahmad Sofyan, mahasiswa S1 di Muhammad bin Zayed University for Humanities yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) UEA, mengaku sangat terkesan bisa bertemu langsung dengan Kepala Negara. Menurutnya, Presiden pun menyambutnya dengan hangat dan penuh perhatian.
“Kesan dalam menyambut Pak Prabowo sangat menyenangkan dan membahagiakan. Kebetulan kami bisa menjabat tangan beliau dan itu sangat mengesankan bagi kami. Terutama Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden yang terhebat,” ujar Naufal.
“Semoga dengan kehadiran Bapak Presiden, setiap tahunnya hubungan bilateral antar kedua negara bisa semakin erat, yang mana itu berimbas pada segi ekonomi maupun pendidikan. Dan salah satunya, kami termasuk yang merasakan imbas dari hubungan baik antara Presiden dengan Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Kesan mendalam juga dirasakan dua kadet Universitas Pertahanan (Unhan) yang tengah menjalani program pertukaran pelajar di Rabdan Academy. Sersan Mayor Dua Kadet Matematika Alief Syahnur Almaida, yang mengambil jurusan Homeland Security, menyebut momen tersebut sebagai pengalaman pertama yang sangat berharga.
“Ini merupakan pengalaman pertama saya, khususnya untuk bersalaman langsung dengan Bapak Presiden. Tentunya ini menjadi pengalaman tersendiri yang pastinya akan berkesan bagi saya,” ungkap Alief.
Hal serupa disampaikan Sersan Mayor Dua Kadet Teknik Mesin Carina Alexandrea Silaban. Ia mengaku bangga dan terhormat dapat bertemu dan berbincang langsung dengan Presiden.
“Saya juga merasa bangga bahwa saya bisa membuktikan diri sebagai mahasiswa dari Indonesia yang dapat mengikuti program student exchange ke sini,” ungkap Carina.
Alief berharap pemerintah terus membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri, khususnya melalui kerja sama dengan UEA.
“Harapan untuk Bapak Presiden, khususnya bagi pelajar, adalah membuka seluas-luasnya pintu untuk kuliah di luar negeri, terutama yang berkaitan dengan Uni Emirat Arab, sehingga kerja samanya bisa lebih diperluas lagi,” ujarnya.
Carina menambahkan, penguatan diplomasi pendidikan akan memberi dampak besar, tidak hanya secara akademis tetapi juga dalam memperkaya pengalaman dan wawasan global generasi muda Indonesia.
“Kerja sama diplomatik bisa lebih difokuskan pada bidang pendidikan sehingga banyak mahasiswa dari Indonesia bisa berkesempatan kuliah di luar negeri, merasakan bagaimana berinteraksi dengan masyarakat internasional, sehingga bisa menambah ilmu bukan hanya dari sisi akademis, tetapi juga nonakademis,” tuturnya.
Pesan Presiden Prabowo agar para mahasiswa tetap semangat belajar serta menjunjung tinggi integritas dan loyalitas. Pesan tersebut membekas kuat bagi keduanya.
Kehadiran Presiden Prabowo di Abu Dhabi bukan hanya mempererat hubungan strategis Indonesia–UEA di tingkat pemerintahan, tetapi juga menyentuh langsung generasi muda Indonesia yang tengah menimba ilmu di luar negeri. Momen ini terasa semakin bermakna karena berlangsung saat Ramadan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa yang dapat bertemu langsung dengan Presiden di tanah perantauan.
(Arief Setyadi )