Menjadi Pemimpin Tertinggi
Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi kedua Iran. Sejak saat itu, ia memegang kendali tertinggi atas kebijakan strategis negara, termasuk militer dan keamanan nasional.
Selama masa kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai dinamika domestik dan internasional, termasuk ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Konfirmasi Pemerintah
Media pemerintah Iran menyatakan bahwa kematian Khamenei terjadi akibat serangan militer yang diklaim melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada rincian resmi terkait kronologi lengkap serangan tersebut.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Situasi keamanan di sejumlah wilayah dilaporkan diperketat menyusul pengumuman tersebut.
(Awaludin)