JAKARTA – Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat peran strategis Trantibumlinmas (Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat) sebagai fondasi utama pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal itu terlontar di momen Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) tahun 2026.
HUT kali ini mengangkat tema “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan”, yang menegaskan tekad bersama dalam menciptakan stabilitas sosial, kepastian hukum di daerah, serta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketenteraman dan ketertiban umum bukan hanya fungsi administratif, melainkan syarat penting bagi iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Satpol PP dan Satlinmas sejatinya memiliki posisi penting dalam menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban publik, serta melindungi masyarakat di berbagai kondisi. Bahkan, dalam pengamanan kegiatan sosial-keagamaan dan penanganan situasi darurat.
Bukan hanya itu. Satlinmas juga ikut ambil bagian dalam kebencanaan dengan menjadi bagian vital dari sistem perlindungan masyarakat berbasis komunitas, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan, Trantibumlinmas yang tangguh adalah fondasi dari pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, tanpa stabilitas wilayah dan ketenteraman masyarakat, agenda pembangunan tidak akan berjalan optimal.
"Oleh karena itu, penguatan kapasitas Satpol PP dan Satlinmas harus terus dilakukan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun dukungan sarana prasarana,” ujarnya, dikutip Kamis (5/3/2026).