Di sisi lain, Jimly berharap Indonesia sebagai negara Muslim non-Arab terbesar dapat berperan sebagai jembatan perdamaian di tengah dinamika konflik di dunia Islam.
Ia juga mengingatkan agar negara-negara Muslim tidak mudah terjebak dalam konflik sektarian atau upaya adu domba yang dapat memperburuk situasi global.
“Kita sudah saatnya berperan untuk menjembatani potensi konflik. Dunia Islam jangan sampai mudah terpecah antara Arab dan non-Arab seperti Turki, Iran, Indonesia, maupun Pakistan,” pungkasnya.
(Awaludin)