Jimly Asshiddiqie Usul RI Tangguhkan Keanggotaan di BoP Sementara Waktu

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 22:30 WIB
Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan menangguhkan sementara keterlibatan dalam forum Board of Peace (BoP), di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurut Jimly, langkah awal yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Iran atas wafatnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei merupakan sikap yang tepat dari sisi kemanusiaan.

"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi. Kemarin beliau sudah membuat pernyataan resmi turut belasungkawa kepada pemerintah Iran atas wafatnya supreme leader. Jadi sangat tepat, terlepas dari soal hubungan kita antar aliran agama atau hubungan dengan Amerika,"  kata Jimly kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai sikap pemerintah Indonesia tersebut mencerminkan nilai dasar bangsa yang berlandaskan Pancasila, khususnya prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab.

Menurut Jimly, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia tidak bisa mengabaikan kekerasan yang terjadi dalam konflik internasional.

“Kita sebagai negeri muslim terbesar yang menganut Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tentu tidak bisa menerima pembunuhan yang biadab. Saya mengapresiasi Presiden yang setidaknya menyampaikan turut belasungkawa,” ujarnya.

 

Meski demikian, Jimly menilai pernyataan belasungkawa saja belum cukup. Ia mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan langkah diplomatik tambahan dengan menangguhkan sementara kewajiban keanggotaan di forum BoP.

Menurutnya, penangguhan tersebut dapat dilakukan hingga dua kondisi terpenuhi. Pertama, hingga konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mereda. Kedua, hingga ada kepastian mengenai pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Palestina.

“Misalnya yang BoP itu kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan sampai dua hal. Satu, sampai perang Iran versus Amerika dan Israel ini reda. Kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Palestina. Kalau sudah ada kepastian, baru kita aktif lagi,” katanya.

Jimly menegaskan usulan tersebut tidak berarti Indonesia keluar dari forum BoP. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi anggota, namun menunda keterlibatan aktif untuk sementara waktu.

“Bukan mundur. Kita tetap di situ, hanya menunda keterlibatan sampai kondisi memungkinkan,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Jimly berharap Indonesia sebagai negara Muslim non-Arab terbesar dapat berperan sebagai jembatan perdamaian di tengah dinamika konflik di dunia Islam.

Ia juga mengingatkan agar negara-negara Muslim tidak mudah terjebak dalam konflik sektarian atau upaya adu domba yang dapat memperburuk situasi global.

“Kita sudah saatnya berperan untuk menjembatani potensi konflik. Dunia Islam jangan sampai mudah terpecah antara Arab dan non-Arab seperti Turki, Iran, Indonesia, maupun Pakistan,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya