Kelompok paramiliter Irak yang bersekutu dengan Iran juga mengklaim telah menyebabkan lebih dari 100 korban jiwa dari pihak AS dengan menyerang hotel-hotel besar dan fasilitas lain yang menampung mereka.
Skala serangan rudal dan drone yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh pasukan Iran terhadap fasilitas militer AS sejak 28 Februari 2026, termasuk hotel dan bangunan sipil lainnya tempat personel AS dilaporkan menginap di sebagian besar wilayah Teluk, telah memicu ekspektasi akan korban jiwa yang sangat tinggi, dengan tekanan pada layanan medis di Jerman menunjukkan bahwa kerugian memang sangat besar.
(Fahmi Firdaus )