Subuh Berdarah! Eks Pengawal Presiden Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI di Hari Idul Fitri

Zen Teguh, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2026 05:15 WIB
Pasukan elite Para Kujang I Kodam Siliwangi menembak mati Abdul Kahar Muzakkar, pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan pada 3 Februari 1965. (Foto: Ilustrasi/dok.TNI).
Share :

“Di antara dokumen-dokumen yang disita terdapat surat-surat yang masih baru, yang ditulis oleh Kahar Muzakkar ditujukan kepada Mansjur,” tutur Atmaji Sumarkidjo dalam buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit. 

Perintah operasi penyergapan Kahar diolah bersama antara Asisten Operasi dan Asisten Intelijen di bawah kepemimpinan Kolonel Inf Solichin GP sebagai Kepala Staf Operasi Kilat. Dalam rapat itu diputuskan pasukan elite Yonif 330/Para Kujang I pimpinan Yogie S Memet menuju sasaran.

Menurut Sintong Panjaitan, empat peleton Kujang I digerakkan menyisir dari Sektor B menuju Sektor A. Peleton 1 Kompi D di bawah pimpinan Peltu Umar Sumarsana di Sektor B juga diberangkatkan menuju sasaran.

Hari itu 2 Februari 1965. Pasukan Kujang I melihat seseorang membawa senjata naik rakit di Sungai Lasolo yang sedang banjir. Peltu Umar Sumarsana, pemimpin Peleton I/Kompi D memerintahkan anak buahnya untuk tidak bergerak.

Rakit ternyata menuju ke perkemahan yang terdiri atas sejumlah bivak berjajar di tepi sungai. Di sana tim Umar melihat lebih banyak lagi orang mandi. Sayup-sayup terdengar lagi dari suara radio transistor. Lagu yang terdengar yakni "Terkenang Masa Lalu" yang disiarkan stasiun radio Malaysia.

Menurut penunjuk jalan, itu lagu kesayangan Kahar. Indikasi Kahar di bivak itu juga menguat karena hanya dia lah yang saat itu memiliki radio transistor. Di masa itu, tak seorang pun anggotanya boleh memiliki radio. 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya