JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat (27/3/2026). Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.27 WIB.
Dalam erupsi pertama itu, abu vulkanik terlihat meluncur ke atas dengan ketinggian 1.000 meter dari puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 168 detik.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 27 Maret 2026, pukul 05.27 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ±1.000 m di atas puncak (±4.676 m di atas permukaan laut)," tulis keterangan petugas Pos Pengamat Gunung Api, Yadi Yuliandi, dikutip melalui situs Magma ESDM, Jumat (27/3/2026).
Erupsi kembali terjadi pukul 07.47 WIB, dengan ketinggian abu vulkanik 700 meter. Kolom abu saat erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 27 Maret 2026, pukul 07.47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±700 m di atas puncak (±4.376 m di atas permukaan laut)," lanjutnya.
Pasca-erupsi ini, warga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
(Rahman Asmardika)