JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membawa harapan baru saat menemui masyarakat di tengah deru kereta yang lalu lalang tanpa jeda dari bantaran rel kereta api di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Maret 2026.
Salah satunya adalah Pak Kodok, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Prabowo terhadap nasib masyarakat kecil.
“Bapak Presiden, saya terima kasih. Hormat, sehat selalu,” ujar Kodok dalam rilis yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah, Jumat (27/3/2026).
Sementara, warga lainnya Pak Cono menggantungkan satu harapan besar, yakni memiliki tempat tinggal yang layak.
Lebih dari tiga dekade ia bertahan hidup di sisi rel kereta. Pak Cono menjalani hari-hari dengan pekerjaan serabutan, mengais apa saja yang bisa menghasilkan uang.
Di tengah perjuangan itu, ia harus menerima kenyataan tinggal di tenda sederhana bersama istrinya di bantaran rel kereta kawasan Senen. Saat hujan dan angin datang, tempat yang mereka sebut rumah itu tak lagi memberi perlindungan.
“Beginilah kalau lagi hujan angin, bocor. Kalau ngontrak kan anak saya lima, jadi minimal anak saya di kontrakan, saya dan istri di sini (tenda samping rel). Ga ketutup (biayanya) kalau saya ngontrak. Ngontrak yang Rp500 ribu khusus buat anak saya,” kata dia.
Kisah Pak Cono dan Pak Kodok menjadi potret nyata bahwa di balik gemerlap ibu kota, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Namun, di tengah kondisi itu, harapan mendadak hadir dalam bentuk yang tak terduga.