Demo Besar-besaran 'No Kings' di AS, Massa Protes Kebijakan Trump hingga Perang Iran

Arief Setyadi , Jurnalis
Minggu 29 Maret 2026 16:33 WIB
Demo besar-besaran di AS (Foto: BBC)
Share :

Seperti pada aksi No Kings sebelumnya, para demonstran mengangkat patung tiruan Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat lain di pemerintahan, menyerukan pemecatan dan penangkapan mereka.

Salah satu aksi protes utama No Kings pada Sabtu berlangsung di Minnesota, tempat dua warga negara Amerika - Renee Nicole Good dan Alex Pretti - dibunuh agen imigrasi federal pada Januari. Kematian mereka memicu kemarahan dan protes nasional terhadap taktik imigrasi pemerintahan Trump.

Pada Sabtu, ribuan orang memadati jalanan dengan membawa spanduk, dan sejumlah tokoh Demokrat terkemuka juga naik panggung di luar gedung Capitol Negara Bagian di St. Paul. Bruce Springsteen juga naik panggung dan membawakan lagu anti-penegakan imigrasi berjudul, "Streets of Minneapolis".

Ribuan orang juga memadati Times Square di New York City, berpawai melalui lingkungan Midtown di Manhattan. Polisi harus menutup jalan-jalan yang biasanya ramai untuk memberi jalan bagi kerumunan. Pada bulan Oktober, Departemen Kepolisian New York mengatakan lebih dari 100.000 orang telah berkumpul di kelima wilayah kota tersebut.

Aksi protes tersebut tidak berjalan tanpa insiden. Di Los Angeles, dua orang ditangkap karena menyerang petugas penegak hukum federal, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Dalam sebuah pernyataan kepada X, disebutkan bahwa dua petugas telah terkena lemparan balok semen dan sedang menerima perawatan medis, setelah sekelompok orang yang mereka sebut sebagai "1.000 perusuh" mengepung Gedung Federal Roybal dan mulai melemparkan benda-benda ke arah agen DHS.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya