Filipina Tuduh China Gunakan Sianida untuk Racuni Atol Laut Cina Selatan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 14 April 2026 17:03 WIB
Ilustrasi.
Share :

“Pihak Filipina secara ilegal mengganggu kapal-kapal nelayan Tiongkok yang melakukan penangkapan ikan normal, merampas persediaan hidup para nelayan, dan melakukan aksi tipu daya sianida ini. Sama sekali tidak ada kredibilitas dalam cerita mereka,” kata juru bicara Guo Jiakun.

Filipina menuduh China mengganggu misi pasokan ulang kepada pasukan di kapal tersebut, termasuk insiden pada 17 Juni 2024 yang berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan seorang pelaut Filipina kehilangan satu jari.

Pada Desember 2025, Filipina menuduh kapal penjaga pantai China menembakkan meriam air ke nelayan Filipina di dekat Sabina Shoal yang disengketakan, melukai tiga orang dan menyebabkan "kerusakan signifikan" pada dua kapal penangkap ikan.

Beijing membantah tuduhan perilaku agresif selama pertemuan tersebut dan menuduh Filipina melanggar wilayah perairannya.

China dan Filipina mengadakan pembicaraan tingkat tinggi bulan lalu mengenai Laut Cina Selatan, menjajaki langkah-langkah awal menuju kerja sama minyak dan gas, serta langkah membangun kepercayaan di laut, termasuk komunikasi antara penjaga pantai mereka.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin bahwa cakupan kerja sama penjaga pantai akan terbatas, dan "tidak mencakup kerja sama di area operasional yang sensitif", menambahkan bahwa belum ada diskusi tentang patroli bersama.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya