Filipina Tuduh China Gunakan Sianida untuk Racuni Atol Laut Cina Selatan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 14 April 2026 17:03 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Filipina menyatakan telah menemukan sianida di kapal-kapal China di dekat atol yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan, dan memperingatkan bahwa zat tersebut dapat digunakan untuk "sabotase" terhadap populasi ikan setempat.

Para pejabat keamanan Filipina mengatakan pada Senin (13/4/2026) bahwa uji laboratorium telah mengonfirmasi keberadaan zat beracun tersebut dalam botol-botol yang disita oleh angkatan laut Filipina tahun lalu di Second Thomas Shoal, sebuah terumbu karang bawah laut di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan.

Pejabat memperingatkan bahwa sianida dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kehidupan laut dan melemahkan terumbu karang yang menopang kapal perang yang dikandaskan Manila di atol tersebut untuk memperkuat klaim maritimnya.

“Kami ingin menggarisbawahi bahwa penggunaan sianida di Ayungin Shoal adalah bentuk sabotase yang bertujuan untuk membunuh populasi ikan lokal, sehingga merampas sumber makanan vital bagi personel angkatan laut,” kata Cornelio Valencia, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Ayungin Shoal adalah nama yang digunakan Filipina untuk atol Second Thomas Shoal.

Valencia menambahkan bahwa sianida dapat merusak terumbu karang dan “pada akhirnya membahayakan” stabilitas kapal perang.

Kementerian Luar Negeri China menolak pernyataan Filipina, menyebutnya sebagai “aksi tipu daya”.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya